Penyakit Ayam di Lingkungan Tropis

Penyakit ayam merupakan kendala utama pada peternakan ayam intensif di lingkungan tropis seperti di Indonesia. Hubungan yang komplek antara penyakit dengan lingkungan sehingga seringkali suatu masalah pada unit peternakan ayam yang intensif, dipecahkan dengan pendekatan veteriner maupun non veteriner. Faktor veteriner antara lain, design dan perencanaan kandang, letak dan kondisi lahan yang tidak sesuai dengan persyaratan teknis, dapat menimbulkan problem penyakit yang terus menerus.



Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilikan lahan yang terbatas, sehingga peranan isolasi dalam pengendalian penyakit menular tidak dapat dilaksanakan dengan baik. Mengingat biaya isolasi per ekor ayam secara individu relatif mahal, bila terjangkiti penyakit, jarang sekali peternak mau menyerahkan ayamnya ke Laboratorium Diagnostik. Selain itu Laboratorium Diagnostik yang berkompeten pun sering tidak bersedia menerima.

Karena peran isolasi menjadi kurang penting, kontak dengan penyebab penyakit menjadi lebih penting. Vaksinasi terhadap penyakit viral atau yang disebabkan oleh virus, harus dilaksanakan secara luas pada hari-hari pertama dalam hidup unggas seperti pada waktu menetas. Anti bodi maternal atau pembentukan kekebalan tubuh pada ayam dibutuhkan secara maksimal, berarti ayam harus memperoleh vaksinasi bermacam-macam agen penyakit.

Kelembaban tinggi yang umum terjadi di lingkungan tropis menyebabkan tingginya kadar amonia pada kandang. Kelembaban yang tinggi tersebut menambah daya tahan parasit-parasit cacing dan protozoa. Temperatur tinggi dengan kelembaban yang tinggi pula menyebabkan jumlah makanan yang dikonsumsi ayam sangat terbatas, karena ayam cenderung lebih banyak minum, dan akhirnya mengurangi ketahanan tubuh ayam terhadap serangan penyakit.

Lingkungan tropis merupakan lingkungan ideal untuk berbiaknya nyamuk dan serangga pengisap darah lainnya, sehingga nyamuk dan serangga tersebut dapat menjadi perantara berjangkitnya penyakit, yang secara langsung menyebabkan problematika berlanjut.

Lantai kandang unggas sebaiknya tembus air, dengan demikian pengendalian penyakit pada kondisi lembab dan temperatur tinggi dapat berjalan dengan baik, karena tergantung apda lamanya istirahat kandang, dan keadaan kelembaban yang berubah. Kepadatan tinggi di dalam kandang menentukan pula kontrol penyakit yang lemah.

sumber literasi: Bambang Agus Murtidjo, Pengendalian Hama dan Penyakit Ayam, Kanisius , Yogyakarta, 1992

Klik Disini Untuk Pemesanan